Thursday, March 10, 2011

Story of Twelecthree

Ujian semester sementara berlangsung dan akan diikuti dengan Ujian Praktek, Ujian Akhir Sekolah, dan Ujian Akhir Nasional. Sederetan ujian itu mau tidak mau harus dilalui oleh saya sebagai siswa yang duduk di bangku kelas 3 SMA. Pada titik ini saya harus berjuang habis-habisan agar saya bisa lulus dan bisa melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu kuliah.

Hal yang sangat sulit bagi saya adalah meninggalkan Twelecthree (Twelve Science Three, red) yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Kami sudah tiga tahun bersama melalui suka dan duka. Kami sudah saling tahu karakter, sifat, kebiasaan baik maupun buruk, dan seluruh seluk-beluk masing-masing.

Setiap hari yang saya temui adalah Twelecthree. Hal yang paling sering kami lakukan di sekolah tentunya belajar, but most of the times when we get bored, we just take a look at front of the class and show the most serious expression, sometimes we write nothing because of our laziness, yeah but still some of the “certain” student won't do the same, haha. Selain belajar, hal yang sering kami lakukan yaitu makan. Pada waktu istirahat maupun belajar pasti makan. We do really love eating. Saat bel istirahat berbunyi, semua menyantap bekal yang dibawa dari rumah dan yang tidak membawa bekal, biasanya ke kantin. Nah, kami juga sangat menyukai makanan ‘gratis’, hehe. Biasanya usai hari raya Lebaran atau Natal ada yang membawa kue ke sekolah. Kalau ada yang membawa kue, kami pasti akan berkumpul di mejanya dan mencicipi kue yang dia bawa. Layaknya peribahasa “Ada gula, ada semut”, dimana ada makanan, disitu kita berada.

Hal berikutnya yang sangat identik dengan kami yaitu suka mengejek satu sama lain. Tiada hari tanpa ejekan/cemoohan. Korban yang sering sekali kena ejekan adalah Rian, Eka, Andi, Tria, Chika, dan Liwo. Selain mengejek secara verbal, kami juga sering mengejek lewat twitter dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari account @MentionKe atau @SoalMention. Mungkin, saking tidak puasnya dengan pertanyaan yang @MentionKe berikan, kami pun membuat pertanyaan sendiri dan dimention ke orang yang diinginkan. Mengejek teman sudah seperti makanan sehari-hari bagi kami, karena itu adalah hiburan terbaik yang bisa mengoyak perut dikala bosan atau galau.

Kami suka menonton film. Di hampir setiap jam pelajaran kosong, kami selalu mengisinya dengan menonton film. Bandar filmnya adalah sang ketua kelas Anton. Dia punya banyak koleksi film Hollywood berbagai genre di laptop putihnya yang selalu ia bawa setiap hari. Laptopnya selalu menjadi sasaran untuk menonton karena laptopnya memiliki layar yang besar dibandingkan dengan laptop-laptop lain. Sehingga, lebih puas dan penontonnya bisa banyak.

Foto webcam. Hal ini adalah yang paling digemari para wanita dan paling sering dilakukan untuk mengabadikan momen-momen terakhir. Kalo yang satu ini, kami menggunakan laptopnya Elly, karena kameranya cukup bagus. Kami sering sekali mengambil foto dalam jumlah yang banyak  dengan ekspresi yang beragam dan kadang-kadang gaje alias gak jelas, but whatever we don’t care :p. Yang saya tahu, jumlah foto sudah mencapai lima ratus foto. Wow. What a fantastic number! Twelecthree, let’s reach 1,000!


Selain foto-foto lewat webcam, kami suka membuat video lipsync lagu-lagu yang lagi hits menggunakan laptopnya Ursula. Hasil videonya biasanya sih berantakan tapi bikin ngakak karena tingkah kami yang begitu konyol dengan ekspresi yang aneh-aneh. Apalagi kalau videonya diputar dengan high speed, ngocol abis pokoknya. But, still looks cool! Haha.

Walaupun usia kami rata-rata telah menginjak tujuh belas tahun, kami tetap saja suka bermain layaknya anak kecil. Salah satunya adalah bermain kum-kum. Pernah suatu hari, tidak ada guru pada saat jam bimbel (ini jarang terjadi) dan kami sudah sangat bosan tidak tahu berbuat apa, akhirnya kami memutuskan bermain kum-kum di lapangan hijau depan kelas. Kebetulan matahari pada sore itu tidak terlalu terik, sehingga suasananya sangat mendukung untuk bermain di luar.




Sebelum bermain kum-kum kami sempat bermain petak umpet dulu lho. Usai bermain, peluh bercucuran tiada henti, seragam pun basah kuyup, tapi hati kami senang dan ingin mengulanginya lagi bila ada kesempatan.

Di samping bermain kum-kum, ludo (Don't Angry) juga merupakan permainan andalan kami. Tapi ludo bukan permainan yang mengeluarkan keringat seperti kum-kum, karena kami memainkannya di laptop. Pokoknya kalau ada empat orang yang sudah duduk di depan laptopnya Anton dan berteriak histeris itu pasti karena ludo.

Rentetan kegiatan di atas adalah kegiatan yang biasa kami lakukan di sekolah sehari-hari. Kalau di luar sekolah biasanya kami menghilangkan kepenatan lewat karaoke bareng di KXTV.

We studied, we laughed, we cried, we did silly things, and we spent our half day together. Setiap momen yang kita lalui sangat berharga dan sulit untuk dilupakan. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Masa-masa ini tak akan terulang dua kali dalam hidup kami, maka ingat dan kenanglah selalu. Love you, Twelecthree! :”)

No comments:

Post a Comment