Saturday, December 7, 2013

Oleh Tulus

Di malam minggu ini, mari izinkan saya memaparkan lagu dari musisi yang sangat saya kagumi belakangan, Tulus. Sebab lagunya menyiratkan makna dalam yang cukup menyentil hati pendengarnya. Mungkin ada yang bosan dengan post yang selalu berbau lagu lagi, lirik lagi. Iya, maafkan ya. Karena kisah cinta saya masih jauh lebih membosankan dari ini. Dan sebenarnya lagu berikut persis menggambarkan kondisi hati saya juga sih. Yah, malah curhat kan. Bukan kode kok, tapi kalo nyampe Alhamdulillah. *lah?* Hahaha. Langsung saja nih.

Sepatu
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sangat ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu



Mengagumi Dari Jauh

Kisahmu harimu ku tahu semua
Tanpa kau berujar aku selami
Gerakmu guraumu kemasan raga
Tanpa kau sadari aku pahami

Cinta memang mungkin inilah cinta
Apapun lakumu aku jiwai
Cinta memang mungkin inilah cinta
Tanpa ku miliki, rindu terasa

Bukan tak percaya diri
Karna aku tahu diri

Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu
Mengagumimu dari jauh
Aku menjagamu tanpa menjagamu
Menyayangimu dari jauh


  
Tuan Nona Kesepian

Tuan kesepian, tak punya teman
Hatinya rapuh, tapi berlagak tangguh
Nona tak berkawan, tak pernah rasakan cinta
Sungguh pandai berkhayal, mimpi itu alamnya

Mereka berdua bertemu, di satu sudut taman kota
Bertatap tapi tak bicara, masing-masingnya menganalisa

Tuan apa yang salah padamu
Mengapa wajahmu ada seribu
Tuan apa yang salah padamu
Seakan dunia hanya kamu kamu kamu kamu

Nona apa yang salah padamu
Apa enaknya tenggelam dalam khayal
Nona apa yang salah padamu
Kau tau ku tak punya hati kau masih saja menanti

Mereka terlarut dalam ego, hati tertutup tuk dengar kataku
Berkata tapi tak berkaca, semua orang hanya angin lalu

Nona jatuh cinta pada tuan, tuan menunggu yang lain
Nona tak peduli walau tuan, tak pernah peduli sekitarnya


Udah segitu dulu dari saya. Mata mulai menghangat ini. Jumpa di post berikut ya! Hayo jangan sedih.

1 comment: