Friday, December 30, 2016

Cek Toko Sebelah, yuk?

Bukan karena hari ini tweet saya habis di-retweet Ernest Prakasa ya, tapi ini adalah resensi tulus dari hati setelah menyaksikan sebuah karya seni yang menarik untuk dibahas. Mari, simak.

Film bagus Indonesia bukan cuma tentang AADC, The Raid, 5 CM and other else you name it. Film bagus Indonesia juga tentang Cek Toko Sebelah (CTS). Film ini dimainkan serta disutradarai oleh Ernest Prakasa. Damn! I just knew that he's good at acting too besides his writing skill. Juga ada Dion Wiyoko, Ardinia Wirasti, Asri Welas dan anak orang nomor 1 di Indonesia, Kaesang yang turut berperan mewarnai film ini.

CTS adalah film kedua Ernest, tapi ini adalah kali pertama saya nonton filmnya. Ternyata bagus sekaliiiii. Beraliran drama komedi, wajar pasti ada lawakan yang menggelikan, tapi saya tidak menyangka kalau drama yang dia tawarkan bisa menyentuh hati dan sukses memecah tangis haru berulang kali tanpa kesan dibuat-buat atau bahkan dipaksakan.   

"I thought that I cried once, 
twice (ok) 
and done..

but it's actually not yet!
'cause there are so many heartwarming scenes 
that would make you
sad and cry still."

Favorit saya adalah ketika Yohan, Erwin dan sang Bapak nangis di kuburan almarhumah Ibu mereka. Pecaaaah! Story about family never fails to touch the heart. 

Setelah menaruh hati pada soundtrack film (Indonesia) yaitu AADC dan Perahu Kertas, kini saya ketambahan satu referensi musik soundtrack film yang enak. Salah satu esensi dari sebuah film adalah soundtrack, bukan? Senang sekali bahwa CTS memberi perhatian lebih pada hal yang satu ini. Jadi, setiap beli tiket nonton pre-sale CTS, maka akan mendapat satu buah CD soundtrack CTS yang berisi 5 buah lagu. Soundtrack CTS ini dibuat dan dinyanyikan oleh GAC dan The Overtunes. Perfect choice for perfect collaborations. Keren parah sih, apalagi yang judulnya Berlari Tanpa Kaki.

Well, enough said. Let's watch the trailer below and go to the cinema!

Saturday, December 24, 2016

Terima kasih Banda Neira

 
Suasana pilu akhir tahun dipersembahkan oleh bubarnya duo nelangsa kesayangan, Banda Neira. Kok rasanya baru kemarin ketemu dan dengar mereka di Soundcloud, gambarin mereka, sekarang malah bubar.

Dirundung sedih tak terbendung. 
Sedih belum sempat ketemu dan nonton konser mereka secara langsung.
Sedih karena tak akan lagi mendengar karya-karya yang akan datang.
Sedih sebab tak ada lagi yang me-musikalisasi sastra sebaik mereka.

Terima kasih Banda Neira,
untuk setiap lantunan yang memberi
tenang, hangat sekaligus sejuk
dalam kalut pun riang,
saat rintik pun terik,
kala fajar pun senja.

Karya kalian abadi
dan mewangi.

Salam,
Pendengar jarak jauh. 💛


Rasa-rasanya udah tersirat dalam percakapan mereka dalam video di menit 10:11. :'') 

Wednesday, December 21, 2016

Musik Lokal (Vol V)

It's been a very long time since the last post and now I am so excited to write about my new favorites! There are Rendy Pandugo, Ardhito Pramono and Kunto Aji. I think that some of you already heard about them before and I'm sure that they are very potential in today's industry.

Rendy Pandugo
He started it all from Soundcloud by covering songs consistently and had his loyal listeners until now. He also had some jamming session from cafe to cafe since he's good at playing guitar too. His voice sounds so close to John Mayer but still he had that character. He already released two singles, the first one was a cover of Sheila On 7 titled 'Sebuah Kisah Klasik' and the second one was his most anticipated debut titled 'I Don't Care' and it's a very must listen. He had the taste!



Ardhito Pramono
I knew him first by watching 'Bittersweet' the series on Youtube and he sang the soundtrack. Then, I watched all his videos and I'm falling for him. He's so adorable with his *cough* cute glasses and guitar or sometimes piano. He's good at playing instruments while singing his great songs. He must be big someday.



Kunto Aji
The last but not least, who doesn't know Kunto Aji? One of the 'Idol' finalist. He grew up so much better with his music 'till he released his very first album 'Generation Y' contained 9 tracks. 'Terlalu Lama Sendiri' was a hit, everywhere. Almost everyone knew this song and could sing it along. A song for all the single lady/man (?) :p

Sunday, March 20, 2016

Ruang Damai

Damai dan menyejukkan hati adalah gambaran yang tepat bagi musik ciptaan Asyraful Umam bertajuk Ruang Damai yang tak sengaja ditemukan di Soundcloud. Musiknya dengan mudah menghipnotis pendengar dengan sederet lagu indah yang berlirik penuh makna dan arti.

Filosofi Ruang Damai sendiri pun menarik.
"Ruang Damai. layaknya rumah, tempat di mana kita merasa nyaman, pulih, aman, dicintai dan terjaga. ketika kita terperangkap dalam hiruk-pikuk kehidupan yang sedemikian rupa hingga tidak tahu kemana tujuan kita. Ruang Damai adalah tempat kita kembali memimpikan dan merencanakan semua."

Hujan
Kau bilang kau mencintai hujan?
namun bila dia datang kau berteduh

Kau berlindung dalam zona amanmu
terbelenggu batasan duniawi

Resahmu akan berakhir
jika hujan membasahi jiwa
yang kering oleh kepalsuan
dihantui ketakutan


Di Sana

Ada yang bersinar
indah di balutan hitam
menyimpan kejutan dan jawaban

Dengan memejamkan mata
dan sayap imajiner
ku ingin terbang kesana
menyambut asa

Bumi terlalu gaduh
dan manusia serakah
ku ingin sebuah peradaban
yang tak tunduk oleh uang

Pernahkah terlintas di dalam benakmu
untuk berterima kasih kepada alam?

Manusia
serakah, arogan, egois, materialistis,
itulah
manusia



Tentatif

Dua insan dalam sebuah perjalanan
mengarungi isi hati satu sama lain

Apakah kau adalah jawaban doa dalam malam?
menjadi teman terbaik
Ruang yang kita dambakan menjadi misteri yang hanya dapat terjawab oleh waktu

Dan biarlah sabar jadi arti
Dan biarlah ikhlas jadi bukti

Telah kuserahkan pada yang Maha bijak
apapun yang terjadi aku yakin itulah yang terbaik
karena cinta yang kita dambakan
Bukan cinta yang buta


Monday, February 15, 2016

Teman (dalam) Hidup

Tidak harus teman hidup seperti lagunya Tulus, bagi saya ada teman (dalam) hidup aja udah cukup. Dan saya setuju banget dengan postingan Kakak saya tercinta yang ditulis di blognya tentang 'Cari Teman' berikut.


Saya bersyukur karena punya teman yang sayang walaupun bukan sayangnya saya. Haha. Iya, saya malah sukses dibikin tersanjung sama teman lawan jenis saya walaupun saya tidak terjebak perasaan khusus dengan mereka. So I will tell you some of sweet things they made to me.

Ketika sistem imun saya menurun karena setumpuk tugas-tugas, akhirnya pun saya tumbang. Di sela-sela visite pasien di rumah sakit saya duduk saja di depan kamar pasien, sekali-kali berdiri bersama teman yang lain agar tidak ketahuan amat kalo lagi kurang fit. Nah, saya pun minta obat ke si-teman-dekat-lawan-jenis-namun-sudah-berpacar ini. Kata dia, minta aja sama perawat, pasti ada. Saya mengiyakan kendati saya sedang tidak mood melakukan apapun, meminta obat sekalipun. Melihat saya terus menerus duduk-berdiri-duduk-berdiri-duduk saat visite pasien. Beberapa menit kemudian, si teman saya itu menelepon saya dan gara-gara paranoid bakal dicariin dokter yang lagi visite, saya langsung beranjak dari tempat duduk dan segera mendekatinya di kamar pasien tetiba dia memberi saya obat yang saya maksud. "Nih.." Demi apa, disitu saya merasa sembuh seketika, saya tidak menyangka perhatian itu punya pengaruh besar terhadap psikis seseorang. Saat itu juga saya merasa sedikit lebih kuat untuk berdiri lebih lama dari sebelumnya. Tubuh saya yang lemas seketika merasa sedikit lebih lega. This is beyond my expectation aja. Kok bisa punya teman yang se-gentle ini dan sesayang itu sama saya. Ya, mana ada ya orang yang ga baper diberlakukan seperti itu? Hehe.

Hal manis kedua datang dari sahabat lama saya yang tidak pernah bersua sejak lulus SMA yaitu sekitar hampir 5 tahun karena dia ambil kuliah di luar kota. Pas dia balik, kita rencana mau ketemuan tapi gegara saya jaga, malah batal terus dan gegara post jaga, saya ketiduran terus. Sediiiiihhhhh. Padahal dia sahabat dekat dan udah kangen berat. Tiba-tiba pada suatu malam saat jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit, pas lagi tidur juga *dasar* saya dibangunin katanya ada yang nyariin. Ternyata sahabat saya muncul depan pintu IGD dan bawain saya kopi dan cokelat. Sumpah, perasaan campur aduk. Percakapan singkat kemudian tercipta dan sekalian perpisahan karena dia akan balik pagi itu. Ternyata nyapa sekalian pamit toh. Mostly sangat sangat senang dan terharu dan sedih juga. Dikunjungin sama sahabat lama yang lama tak jumpa di tengah malam sekaligus dibawain sesuatu itu so priceless! :')

Akhirnya, saya sadar ternyata hal-hal yang selama ini dipikir hanya bisa dilakukan oleh pacar tersayang ternyata bisa dilakukan oleh teman kamu sendiri.
Terima kasih banyak, yang membangkitkan di saat tumbang.
Terima kasih banyak, yang mengejutkan di saat tak terduga.
Terima kasih Tuhan, saya seberuntung ini.
Sependapat saya denganmu Kak Dipta:

"Carilah teman yang membuat lo seperti punya pacar"

Thursday, February 4, 2016

Bed And Breakfast House

Karena hotel sudah begitu mainstream dan bed and breakfast house adalah sesuatu yang menarik dan masih jarang. Bed and breakfast house adalah penginapan yang menerapkan konsep atau tema berbeda-beda di setiap kamarnya dan ada juga menyediakan breakfast yang diantar di kamar tamu seperti Oliver Hostelry. It's just so different, isn't it? Berikut ada beberapa bed and breakfast house yang baru saya temukan dan ingin sekali saya kunjungi nanti.

Cottonwood Bed And Breakfast House, Bandung
Cottonwood yang berlokasi di Jalan Mustang B2/1A (Kompleks Kumala Garden) Bandung ini memiliki 9 kamar dengan tema yang berbeda yaitu Chamomile, Rosemary, Apple Tree, Cranberry, Popple Tree, Mulberry Tree, Olive Tree, Oak Tree dan Walnut Tree. Tema yang mereka usung tampaknya terinspirasi dari ragam wewangian aromatheraphy oil maka tidak heran Cottonwood menyediakan aromatheraphy oil on request untuk tamu mereka. Mereka juga melayani jemput dari/antar ke bandara, stasiun kereta api atau terminal bus. Dan harganya pun tidak begitu mahal, yaitu berkisar antara 300 ribu ke atas dan di bawah 500 ribu rupiah. Penasaran? Segera kunjungi Cottonwood Bandung dan reservasi sebelum full booked! ;)

Gambar : Cottonwood Bandung


Oliver Hostelry, Bandung
Masih berada di tempat yang sama yaitu Bandung namun di lokasi yang berbeda. Oliver Hostelry berada di Jalan Panumbang Jaya No.5, Ciumbuleuit. Berbeda dengan Cottonwood yang mengusung tema wewangian aromatheraphy oil, Oliver Hostelry menerapkan tema musik dengan judul lagu sebagai nama setiap kamar yang berjumlah 18. Jumlahnya 2 kali lipat dari Cottonwood. Judul lagu yang mereka usung antara lain What A Wonderful World, Wonderwall, Holocene, Moon River dan masih banyak lagi judul lainnya. Bagi penggemar kopi, Oliver Hostelry cocok karena tempat ini memiliki coffee shop di lantai bawah. Soal harga, kisarannya lebih tinggi dari sebelumnya yaitu 500-600 ribu rupiah but I think that's gonna be worth so. Jangan lupa kunjungi website Oliver Hostelry karena harga selalu berubah-ubah, siapa tahu bisa dapat harga yang sesuai. Berminat? :)

Gambar : Expedia


Rumah Paris Bed And Breakfast House, Jogja
Berpindah dari Bandung kini Bed And Breakfast House juga hadir di Jogjakarta tepatnya di Jalan Parangtritis KM.8,4, Sewon, Bantul. Rumah Paris Bed And Breakfast House tak kalah menarik lho. Rumah Paris ini pernah digunakan sebagai lokasi syuting film Surga Yang Dirindukan yang diperankan Fedi Nuril, Laudya Cyntia Bella dan Raline Shah juga sebagai lokasi pengambilan klip Lapang Dada-nya Sheila On 7. Pasti sudah tidak asing lagi, kan? Paris sendiri ternyata adalah singkatan dari Parangtritis yang tidak lain adalah lokasi dari rumah ini sendiri. Wow, kreatif banget! Rumah ini hanya memiliki 3 kamar yang bertema Beach Cottage, World Traveler dan Shabbylicious. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda dan pastinya menarik. Tarif untuk 1 kamar berkisar 400-500 ribu rupiah dan jika ingin menyewa satu rumah full, dikenakan biaya sebesar 1,2 juta rupiah sehari. Bagi yang senang foto-foto rasanya wajib kesini, karena setiap sudut rumah ini begitu fotogenik, layaknya studio foto. 

Gambar : Candra

Wednesday, February 3, 2016

Holiday Itinerary (Bali, Malang, Batu)

Siapa yang tidak senang jalan-jalan? Hampir semua orang senang jalan-jalan untuk hanya sekedar menyegarkan pikiran dari kepenatan rutinitas. Saya salah satunya yang senang banget jalan-jalan. Saya juga senang menjelajah tempat yang belum pernah saya datangi. Karena disitu saya bisa mengenal banyak hal baru. Mulai dari tempat, orang, bahasa dan kebiasaan suatu daerah. Saya adalah orang yang beruntung karena saya bisa dengan mudahnya mengantongi ijin dari kedua orang tua untuk jalan-jalan ke luar kota bersama teman-teman saya saat liburan tiba. Terhitung sudah tiga kali saya berlibur bersama teman-teman saya. Bersama mereka, saya bisa mengunjungi banyak tempat baru yang belum pernah saya datangi sebelumnya dan itu sangat menyenangkan. Apalagi bila sebelum berangkat ke tempat tujuan, kita sudah menyiapkan segala hal dengan matang mulai dari transportasi, penginapan, destinasi wisata yang akan dituju serta biaya yang diperlukan. Saya yakin bila hal-hal tersebut sudah disiapkan, kita tidak akan kebingungan saat menjalani liburan.
 
Saat merencanakan liburan, saya pasti akan membuat holiday itinerary dengan browsing di internet termasuk instagram. Belakangan ini instagram merupakan aplikasi yang bisa membawa kita ke tempat-tempat indah di nusantara maupun luar negeri melalui foto dan video yang luar biasa keren. Selain membuat daftar destinasi wisata, saya juga menambahkan biaya yang akan dikeluarkan. Dengan begitu kita bisa memperkirakan berapa banyak uang yang akan kita sedia dan menghindari out of budget, right? Nah, di postingan kali ini saya akan menulis holiday itinerary yang pernah saya buat, siapa tahu suatu saat diperlukan.

BALI
Day 1
13.00 Kuta Square, Beachwalk
17.00 Kuta Beach

Day 2
08.00 Garuda Wisnu Kencana Cultural Park (40K)
10.00 Dreamland Beach (15K for parking)
12.00 Uluwatu Temple (15K)
14.00 Padang-Padang Beach
16.00 Pandawa Beach (4K)

Day 3
07.00 Sanur Beach
09.00 Watersport, Tanjung Benoa (85K-750K)
13.00 Waterblow, Nusa Dua
17.00 Jimbaran (Dinner)

Day 4
09.30 Bedugul (10K)
13.00 Tanah Lot (10K)
15.30 Motel Mexicola/Sea Circus Cafe, Seminyak
17.00 La Plancha, Seminyak



MALANG, BATU
Day 1
13.00 Coban Rondo (15K)
15.00 Omah Kayu Rumah Pohon (5K)
17.00 Paralayang

Day 2
12.00 Museum Angkut, Batu (60K/80K)
18.00 Alun-Alun, Batu
19.00 Batu Night Spectacular, Batu (20K)

Day 3
10.00 Jatim Park 2, Museum Satwa, Batu (105K)
20.00 Berangkat ke Bromo Tengger Semeru National Park (27,5K-32,5K)

Day 4
03.00 Sunrise Point
06.00 Pasir Berbisik
07.00 Bukit Teletubbies
08.00 Kawah Bromo

P.S: jarak Surabaya - Malang (2-3 jam), Malang - Batu (1-2 jam), Malang - Bromo (4-5 jam)


Jadi ini dia holiday itinerary amatir versi saya and hope these would help. Selamat merencanakan liburan! :D