Monday, February 15, 2016

Teman (dalam) Hidup

Tidak harus teman hidup seperti lagunya Tulus, bagi saya ada teman (dalam) hidup aja udah cukup. Dan saya setuju banget dengan postingan Kakak saya tercinta yang ditulis di blognya tentang 'Cari Teman' berikut.


Saya bersyukur karena punya teman yang sayang walaupun bukan sayangnya saya. Haha. Iya, saya malah sukses dibikin tersanjung sama teman lawan jenis saya walaupun saya tidak terjebak perasaan khusus dengan mereka. So I will tell you some of sweet things they made to me.

Ketika sistem imun saya menurun karena setumpuk tugas-tugas, akhirnya pun saya tumbang. Di sela-sela visite pasien di rumah sakit saya duduk saja di depan kamar pasien, sekali-kali berdiri bersama teman yang lain agar tidak ketahuan amat kalo lagi kurang fit. Nah, saya pun minta obat ke si-teman-dekat-lawan-jenis-namun-sudah-berpacar ini. Kata dia, minta aja sama perawat, pasti ada. Saya mengiyakan kendati saya sedang tidak mood melakukan apapun, meminta obat sekalipun. Melihat saya terus menerus duduk-berdiri-duduk-berdiri-duduk saat visite pasien. Beberapa menit kemudian, si teman saya itu menelepon saya dan gara-gara paranoid bakal dicariin dokter yang lagi visite, saya langsung beranjak dari tempat duduk dan segera mendekatinya di kamar pasien tetiba dia memberi saya obat yang saya maksud. "Nih.." Demi apa, disitu saya merasa sembuh seketika, saya tidak menyangka perhatian itu punya pengaruh besar terhadap psikis seseorang. Saat itu juga saya merasa sedikit lebih kuat untuk berdiri lebih lama dari sebelumnya. Tubuh saya yang lemas seketika merasa sedikit lebih lega. This is beyond my expectation aja. Kok bisa punya teman yang se-gentle ini dan sesayang itu sama saya. Ya, mana ada ya orang yang ga baper diberlakukan seperti itu? Hehe.

Hal manis kedua datang dari sahabat lama saya yang tidak pernah bersua sejak lulus SMA yaitu sekitar hampir 5 tahun karena dia ambil kuliah di luar kota. Pas dia balik, kita rencana mau ketemuan tapi gegara saya jaga, malah batal terus dan gegara post jaga, saya ketiduran terus. Sediiiiihhhhh. Padahal dia sahabat dekat dan udah kangen berat. Tiba-tiba pada suatu malam saat jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit, pas lagi tidur juga *dasar* saya dibangunin katanya ada yang nyariin. Ternyata sahabat saya muncul depan pintu IGD dan bawain saya kopi dan cokelat. Sumpah, perasaan campur aduk. Percakapan singkat kemudian tercipta dan sekalian perpisahan karena dia akan balik pagi itu. Ternyata nyapa sekalian pamit toh. Mostly sangat sangat senang dan terharu dan sedih juga. Dikunjungin sama sahabat lama yang lama tak jumpa di tengah malam sekaligus dibawain sesuatu itu so priceless! :')

Akhirnya, saya sadar ternyata hal-hal yang selama ini dipikir hanya bisa dilakukan oleh pacar tersayang ternyata bisa dilakukan oleh teman kamu sendiri.
Terima kasih banyak, yang membangkitkan di saat tumbang.
Terima kasih banyak, yang mengejutkan di saat tak terduga.
Terima kasih Tuhan, saya seberuntung ini.
Sependapat saya denganmu Kak Dipta:

"Carilah teman yang membuat lo seperti punya pacar"

No comments:

Post a Comment